Pemesanan
Pesan, bayar, atau perubahan maksimal jam 3 sore untuk pengantaran esok harinya.
Tata cara pesan
Keputihan yang normal biasanya berwarna bening, putih susu, atau krem. Lalu, gimana kalau kamu mengalami keputihan warna kuning? Apakah itu berbahaya?
Keputihan kuning sebenarnya bisa jadi tanda menstruasi yang sebentar lagi akan datang, tapi kalau dibarengi dengan bau menyengat dan rasa gatal, bisa jadi kamu sedang mengalami infeksi atau kondisi kesehatan yang serius.
Supaya lebih paham, simak di sini alasan kenapa keputihan berwarna kuning dan cara mengatasinya!
Keputihan kekuningan normal kalau nggak disertai ciri yang membahayakan. Berikut berbagai penyebab di balik warna keputihan kuning.
Warna keputihan bisa berubah karena perubahan hormon. Di tengah siklus menstruasi, biasanya jumlah cairan vagina akan meningkat dan berwarna putih susu. Tapi kalau terkena udara, keputihan bisa teroksidasi dan berubah warna jadi kekuningan.
Makanya, keputihan berwarna kuning tidak berbau dan tidak gatal nggak perlu dikhawatirkan karena itu bisa menjadi tanda haid mau datang.
Baca Juga: Keputihan Bercampur Darah, Bahaya Nggak, Ya?
Selain menstruasi, keputihan kekuningan yang juga nggak berbahaya adalah yang terjadi pada trimester awal kehamilan.
Saat hamil, tubuh mempersiapkan kelahiran dengan cara melunakkan leher rahim. Supaya nggak terjadi infeksi rahim, tubuh pun memproduksi lebih banyak cairan berupa keputihan.
Keputihan ini normal dan biasanya berwarna bening atau putih. Tapi, warnanya juga bisa menguning jika terkena udara, misalnya kalau terkena pakaian dalam selama beberapa waktu.
Keputihan berwarna kuning cair merupakan salah satu gejala trikomoniasis, yakni penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit.
Gejala keputihan trikomoniasis di antaranya punya tekstur encer, berbusa, berwarna kuning atau kehijauan, dan berbau busuk.
Baca Cerita: Willa, Dulu Mens Sampai Bikin Gak Bisa Beraktivitas Sampai 2 Hari
Klamidia dan gonore adalah infeksi menular yang paling sering dialami banyak orang. Keduanya penyakit ini diakibatkan oleh infeksi bakteri.
Klamidia dan gonore dapat menyebabkan keputihan berwarna kuning kehijauan, berbau menyengat, nyeri di perut bagian bawah, serta sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
Keputihan warna kuning juga bisa jadi tanda vaginitis, yaitu inflamasi di vagina. Peradangan vagina ini bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.
Vaginitis juga dapat terjadi karena alergi terhadap sabun kewanitaan atau deterjen, juga mengonsumsi beberapa jenis obat seperti antibiotik atau kortikosteroid.
Gejala vaginitis yaitu keputihan nggak normal berwarna kekuningan atau kehijauan, keputihan berbau busuk, vagina gatal, sakit atau pendarahan saat berhubungan intim, nyeri terbakar ketika buang air kecil, dan iritasi pada vagina.
Baca Juga: 10 Ciri-Ciri Darah Haid yang Tidak Normal
Radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) merupakan infeksi di organ reproduksi, termasuk rahim, tuba falopi, dan ovarium. Radang panggul biasanya disebabkan karena infeksi menular seksual seperti klamidia, gonore, atau mycoplasma genitalium.
Radang panggul memiliki gejala keputihan kuning yang berbau busuk, demam, sakit perut bagian bawah, pendarahan padahal sedang nggak haid, nyeri terbakar ketika buang air kecil, serta nyeri dan pendarahan saat berhubungan intim.
Vaginosis bakterialis akan menyebabkan keputihan berwarna kuning berbau amis dan tekstur yang encer. Kadang keputihan juga bisa menjadi kehijauan.
Vaginosis bakterialis sendiri terjadi karena ketidakseimbangan bakteri di vagina, sehingga menimbulkan iritasi dan peradangan.
Penyebab keputihan kuning kehijauan selanjutnya adalah servisitis. Servisitis merupakan peradangan di serviks (leher rahim) yang diakibatkan oleh infeksi klamidia, gonore, atau herpes kelamin.
Servisitis juga bisa disebabkan karena dermatitis kontak, penyakit autoimun, dan alat kontrasepsi IUD.
Biasanya servisitis nggak menimbulkan gejala sama sekali, tapi servisitis bisa menyebabkan keputihan berwarna kuning atau kehijauan yang berbau busuk.
Untuk menjaga kesehatan vagina dan mencegah keputihan kuning abnormal, minumlah jus Wild Flower setiap hari. Jus yang dibuat dari 3 diva buah ini akan menjaga keseimbangan hormon wanita dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Baca Juga: 7 Cara Memperlancar Haid yang Bisa Kamu Ikuti
Keputihan kuning, bau, dan gatal memang bikin khawatir dan nggak nyaman. Berikut cara mengatasi keputihan berwarna kuning dan bau:
Baca Juga: 10 Tanda Hormon Tidak Seimbang dan Cara Mengatasinya
Meski penyebab keputihan warna kuning bisa jadi sesuatu yang nggak berbahaya, tapi kamu harus memeriksakan diri ke dokter kalau keputihan menjadi berwarna kuning gelap atau kehijauan dan berbau busuk.
Keputihan yang disertai dengan nyeri di vagina, sakit perut, sakit panggul, dan demam juga perlu dikhawatirkan karena bisa menjadi tanda awal infeksi.
Jaga terus kesehatan vagina dengan selalu membersihkan area kewanitaanmu, makan probiotik, dan rutin minum jus detox 1x seminggu!