Pemesanan
Pesan, bayar, atau perubahan maksimal jam 3 sore untuk pengantaran esok harinya.
Tata cara pesan
Keputihan cair seperti air merupakan tanda vagina yang sehat. Biasanya, fluktuasi hormon mengubah jumlah dan frekuensi munculnya keputihan.
Tapi kalau keputihan cair disertai dengan bau, gatal, atau nyeri di vagina, itu bisa jadi tanda awal masalah kesehatan. Yuk, cari tahu kenapa bentuk keputihan seperti air dan cara mengatasinya!
Meski nggak berbahaya, kadang keputihan seperti air bikin kamu khawatir. Nah, supaya kamu lebih paham, ini dia berbagai penyebab keputihan cair.
Vagina memproduksi keputihan sebagai cara membersihkan diri, makanya keputihan tuh normal dialami oleh wanita.
Saat ovulasi, yaitu masa pelepasan sel telur matang, keputihan jadi lebih banyak dan cair. Ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi. Di masa ini, keputihan berwarna bening, licin, dan agak elastis.
Akibat ovulasi bikin produksi keputihan makin banyak, beberapa wanita memilih menggunakan panty liner untuk mencegah keputihan menembus langsung ke celana dalam.
Keputihan cair dan berbau biasanya menjadi tanda infeksi vagina. Infeksi ini bisa bermacam-macam, antara lain:
Kalau kamu mengalami kondisi-kondisi di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca Juga: 4 Penyebab Keputihan Berwarna Putih Susu dan Cara Mengatasinya
Ketika kamu sedang terangsang, kelenjar di vagina memproduksi cairan bening dan encer untuk melumasi vagina.
Keputihan basah seperti air ini normal dan biasanya hilang sendiri dalam waktu satu jam. Ciri keputihan saat sedang terangsang di antara lain berwarna bening, basah, lembap, dan licin.
Ketika hamil, tubuh meningkatkan produksi keputihan untuk mencegah infeksi pindah dari vagina ke rahim. Makanya, keputihan encer seperti air umum terjadi saat kamu sedang hamil.
Di minggu terakhir kehamilan, cairan yang keluar bisa berubah dari bening menjadi putih. Teksturnya pun menjadi lendir kental dan terkadang keputihan bercampur sedikit darah.
Hal itu juga normal dan terjadi karena lendir yang selama ini berada di serviks selama kehamilan keluar dari tubuh untuk persiapan melahirkan.
Baca Cerita: Cindy Octaviany, Bebas Keputihan
Atrofi vagina adalah suatu kondisi yang menyebabkan dinding vagina menipis dan biasanya terjadi pada wanita yang telah mengalami menopause.
Nah, atrofi vagina ini bisa menyebabkan keputihan yang encer. Wajar banget buat wanita yang sedang menopause mengalami keputihan bening cair dan nggak berbau.
Keputihan seperti air nggak perlu dikhawatirkan karena itu merupakan tanda vagina yang sehat.
Tapi kalau kamu nggak nyaman dengan keputihan yang banyak, ada beberapa solusi untuk mengatasi keputihan encer seperti air dan menjaga kesehatan vagina.
Kamu nggak perlu membersihkan vagina dengan sabun apa pun karena akan merusak keseimbangan pH dan menyebabkan iritasi, bahkan infeksi. Cukup bersihkan vagina dengan air saja.
Setelah ke belakang, lap vagina dari arah depan ke belakang. Mengelap dari belakang ke depan bisa memindahkan bakteri di anus ke vagina dan menyebabkan infeksi.
Baca Juga: Normalkah Muncul Keputihan Setelah Haid?
Ada banyak makanan yang bisa menjaga vagina tetap sehat. Misalnya, probiotik yakni yogurt, kimchi, kombucha, dan tempe yang menambah produksi bakteri baik di vagina.
Jus sayuran dan buah seperti Detox for Women's Health dan Wild Flower dari nakedpress juga membantu menyeimbangkan hormon, sehingga bikin vagina tetap sehat dan terhindar dari keputihan yang mengganggu.
Dengan rajin minum cold pressed juice kaya vitamin dan mineral seminggu sekali, daya tahan tubuh pun bakal jadi lebih kuat dan menstruasi kembali teratur.
Pakailah celana dalam dengan bahan katun, bukan sutra, satin, atau polyester. Celana dalam berbahan katun membuat vagina tetap bisa bernapas dan mendapatkan sirkulasi udara yang baik, sehingga mencegah penumpukan bakteri.
Kamu juga perlu segera ganti baju dan dalaman setelah berolahraga. Kalau kamu mengalami keputihan yang sangat banyak, ganti celana dalam lebih sering dari biasanya.
Sekarang kamu sudah tahu kenapa keputihan keluar seperti air, jadi kamu nggak harus cemas lagi kalau hal itu terjadi padamu.
Tapi, kamu perlu pergi ke dokter kalau keputihan encer juga disertai dengan bau amis atau menyengat, gatal, dan nyeri pada vagina. Jaga terus kesehatan vaginamu, ya!